My Graphic

My Graphic
Celotehan Kita

Selasa, 31 Desember 2013

Aku Akan Bertahan


Hari ini, aku disini
Berjuang untuk bertahan
Padamkan luka dan beban yang ada
Yang telah membakar seluruh jiwa
Kucoba resapi, kucoba selami
Segala yang telah terjadi
Kuambil hikmah-Nya
Rasakan nikmat-Nya
Dan kucoba untuk hadapi
I will survive, I will revive
I won’t surrender, and stay alive
Kau berikan kekuatan
Untuk lewati semua ini

Seperti biasa pagi ini aku memutar lagu Bondan Prakoso yang berjudul “I Will Survive” yang ada di handphone kesayanganku. Meskipun tak sebagus yang orang lain punya, tapi inilah satu-satunya barang kesayangan yang aku punya saat ini. Hatiku bergetar dan merinding saat mendengar lantunan lagu ini. Pekikan suara Bondan yang begitu keren dan aura semangatnya begitu dapat dan berhasil merasuk dalam tubuhku. Energinya begitu kuat. Membuatku semangat saat menjalani harihariku. Ya, walaupun saat ini nasib memang kurang memihak dalam hidupku. Tapi aku tahu ini hanyalah sementara dan nanti akan berakhir indah. Tak habis air mata ini aku usap dari mataku saat aku meratapi nasibku sekarang.
Hari ini, kan kupastikan, aku masih ada disini. Mencoba lepaskan dan mencoba bebaskan segala perih dihati. Mencoba untuk meresapi dan mencoba untuk hayati segala yang telah terjadi. Akan kuambil hikmahnya, merasakan nikmatnya, dan kucoba untuk hadapi. Mirip dengan potongan lagu bondan yang diamdiam aku mengikuti dengan ikut menyanyi.
Aku tak ingin dikenal. Aku tak ingin terkenal. Aku hanya ingin dianggap. Dianggap sebagai manusia biasa, seperti manusia lain pada umumnya. Suara itu memberikan luka dan perih dihati. Begitu menyayat. Begitu melemahkan hatiku hingga jatuh kedalam jurang kebencian kepada orang yang begitu tak menganggapku sebagai manusia layaknya manusia. Memang aku hanyalah anak seorang pemulung dengan kaki yang catat. Tapi apakah hati orang begitu keras dan tertutup hingga rasa iba tak mampu nampak dalam benaknya. Ahh sudahlahaku tak mau membicarakan hal itu.
Yang aku tahu saat ini, aku bersama dengan matahari yang selalu memancarkan sinar kasih sayang dan pelukan hangatnya saat aku terjatuh. Dialah ibuku. Orang terkuat dan tersabar, saat aku khilaf dan tenggelam dalam sifatsifat gelapku. Ibuengkau selalu ada saat jiwaku rapuh, dikala kujatuh. And I want you to know there’s always fine to alive, I won’t give up, I won’t giving, and I stay alive for you. Mungkin itulah yang saat ini aku bisa katakan pada ibuku yang begitu aku cintai. Ingin sekali aku membahagiakannya. Membahagiakan dengan segala kekuatanku, dengan segala kemampuan yang masih bisa aku lakukan. Aku yakin roda kehidupan itu akan bergulir dan berputar seiring usahaku untuk menjadi lebih baik. Aku yakin itu.
I will survive, I will revive
I won’t surrender, and stay alive
I will survive, I will revive
Getting stongger , stay alive
Kau berikan aku kekuatan untuk lewati semua ini
Dan potongan lirik itu pun akhirnya menjadi akhir dari angan- anganku dipagi yang cerah ini. Sinar mentari begitu indah, begitu cerah. Memberikan pancaran sinar semangat dan hangat yang begitu menggugah untuk menjalani hidup hari ini. Aku akan bertahan. Aku akan berpijak. Dan aku akan berdiri, menggenggam semangat yang meluap untuk membuktikan bahwa hidup ini akan berganti dan bergilir seiring usaha terbaik yang kita lakukan dalam hidup ini.

Minggu, 26 Februari 2012

Bahaya Polusi

Tinggal di daerah perkotaan dengan polusi udara yang tinggi bisa memicu naiknya tekanan darah atau hipertensi. Sumber polusi bisa berasal dari kendaraan bermotor, debu, atau polutan dari pembangkit listrik.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap 5000 responden. Analisis dilakukan dengan melihat dampak polusi udara pada tekanan darah.

“Polusi udara bukan hanya memicu serangan jantung dan stroke, tapi juga berpengaruh pada terjadinya proses penyakit tersebut,” kata Dr. Barbara Hoffman, peneliti utama.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko ateroklerosis atau pengerasan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Pada studi sebelumnya telah ditemukan bahwa meningkatnya polusi udara dapat meningkatkan tekanan darah, namun dampak jangka panjang belum diketahui.

Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai pembunuh yang menyamar. Risiko terletak pada kerusakan jangka panjang yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke, serangan jantung, gagal ginjal, demensia, dan mati muda.

Tidak ada obat untuk tekanan darah tinggi, namun kondisi ini bisa dicegah dan diobati. Perubahan gaya hidup dan pengobatan teratur, jika diperlukan, bisa membantu mengontrol tekanan darah dan menjaganya pada tingkat yang aman.

Sabtu, 18 Juni 2011

Tahukah Anda?

Ilmuwan mungkin menemukan jawaban kenapa laba-laba memiliki kaki yang banyak, melebihi kebutuhan mereka. Kaki berlebih itu jadi kaki cadangan. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Naturwissenschaften.





Para peneliti mendapati data bahwa 10 persen dari seluruh laba-laba di alam memiliki kaki tidak lengkap. "Paling tidak mereka kehilangan salah satu dari delapan kaki mereka," jelas Alain Pasquet dari University of Nancy 1, Perancis, yang terlibat dalam penelitian. Lebih lanjut Pasquet dan rekannya ingin mengetahui efek kehilangan kaki pada laba-laba.

Tim peneliti kemudian mengumpulkan 123 laba-laba Zygiella x-notata, 60 ekor yang memiliki delapan kaki, sementara 63 ekor kehilangan satu atau beberapa kaki. Setiap laba-laba diberi kotak sendiri sehingga mereka dapat membuat sarang.

Pasquet dan timnya mendapati bahwa jaring yang dibuat laba-laba berkaki tak lengkap tidak berbeda dengan jaring buatan laba-laba berkaki lengkap.

Kemudian, para peneliti meletakkan lalat di dalam kotak untuk melihat kemampuan berburu laba-laba yang kekurangan kaki.

Hasilnya, laba-laba cacat tersebut tetap memiliki kemampuan berburu dan memangsa yang sempurna. "Kami terkejut. Kami berharap kehilangan kaki berpengaruh pada kemampuan berburu. Nyatanya tidak sama sekali," kata Pasquet.

Berdasarkan temuan ini, peneliti menganggap laba-laba memiliki kaki dalam jumlah yang melebihi keperluan mereka. Jumlah kelebihan ini menjadi keuntungan saat salah satu atau beberapa kaki mereka dirusak pemangsa.

Para peneliti juga mendapati batas jumlah kaki yang "boleh" hilang. Di alam, peneliti mendapati laba-laba dengan lima kaki. Di laboratorium, laba-laba tersebut serampangan dalam membangun jaring.

"Motivation"


“Pekerjaan yang tidak menyejahterakan adalah penjara yang menyamar
sebagai sumber rezeki”

Semakin keras kita bekerja
di tempat seperti itu,
...akan semakin kuat cengkeraman
perasaan takut bahwa tidak ada
rezeki Tuhan di tempat lain.

Perendahan seperti apakah
yang dilalui oleh orang beriman,
yang bisa menghapus keyakinannya
bahwa rezeki Tuhan tersebar di muka bumi?

Berubahlah atau ubahlah keadaan.


 
 
“Orang yang menua dalam hidup yang lemah,
biasanya berasal dari
ORANG MUDA YANG TIDAK TEGAS
UNTUK KEBAIKANNYA SENDIRI”

...Pribadi besar yang berwibawa dan berwenang,
biasanya telah melatih diri untuk berlaku tegas
bagi kebaikan dirinya, sejak muda.

Bagi jiwa muda yang tumbuh dengan ikhlas,
KESALAHAN SAAT MUDA ADALAH PELAJARAN
YANG MEMBAIKKAN MASA DEPAN.

Janganlah menunggu tua untuk berlaku tegas.