My Graphic

My Graphic
Celotehan Kita

Sabtu, 18 Juni 2011

Tahukah Anda?

Ilmuwan mungkin menemukan jawaban kenapa laba-laba memiliki kaki yang banyak, melebihi kebutuhan mereka. Kaki berlebih itu jadi kaki cadangan. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Naturwissenschaften.





Para peneliti mendapati data bahwa 10 persen dari seluruh laba-laba di alam memiliki kaki tidak lengkap. "Paling tidak mereka kehilangan salah satu dari delapan kaki mereka," jelas Alain Pasquet dari University of Nancy 1, Perancis, yang terlibat dalam penelitian. Lebih lanjut Pasquet dan rekannya ingin mengetahui efek kehilangan kaki pada laba-laba.

Tim peneliti kemudian mengumpulkan 123 laba-laba Zygiella x-notata, 60 ekor yang memiliki delapan kaki, sementara 63 ekor kehilangan satu atau beberapa kaki. Setiap laba-laba diberi kotak sendiri sehingga mereka dapat membuat sarang.

Pasquet dan timnya mendapati bahwa jaring yang dibuat laba-laba berkaki tak lengkap tidak berbeda dengan jaring buatan laba-laba berkaki lengkap.

Kemudian, para peneliti meletakkan lalat di dalam kotak untuk melihat kemampuan berburu laba-laba yang kekurangan kaki.

Hasilnya, laba-laba cacat tersebut tetap memiliki kemampuan berburu dan memangsa yang sempurna. "Kami terkejut. Kami berharap kehilangan kaki berpengaruh pada kemampuan berburu. Nyatanya tidak sama sekali," kata Pasquet.

Berdasarkan temuan ini, peneliti menganggap laba-laba memiliki kaki dalam jumlah yang melebihi keperluan mereka. Jumlah kelebihan ini menjadi keuntungan saat salah satu atau beberapa kaki mereka dirusak pemangsa.

Para peneliti juga mendapati batas jumlah kaki yang "boleh" hilang. Di alam, peneliti mendapati laba-laba dengan lima kaki. Di laboratorium, laba-laba tersebut serampangan dalam membangun jaring.

"Motivation"


“Pekerjaan yang tidak menyejahterakan adalah penjara yang menyamar
sebagai sumber rezeki”

Semakin keras kita bekerja
di tempat seperti itu,
...akan semakin kuat cengkeraman
perasaan takut bahwa tidak ada
rezeki Tuhan di tempat lain.

Perendahan seperti apakah
yang dilalui oleh orang beriman,
yang bisa menghapus keyakinannya
bahwa rezeki Tuhan tersebar di muka bumi?

Berubahlah atau ubahlah keadaan.


 
 
“Orang yang menua dalam hidup yang lemah,
biasanya berasal dari
ORANG MUDA YANG TIDAK TEGAS
UNTUK KEBAIKANNYA SENDIRI”

...Pribadi besar yang berwibawa dan berwenang,
biasanya telah melatih diri untuk berlaku tegas
bagi kebaikan dirinya, sejak muda.

Bagi jiwa muda yang tumbuh dengan ikhlas,
KESALAHAN SAAT MUDA ADALAH PELAJARAN
YANG MEMBAIKKAN MASA DEPAN.

Janganlah menunggu tua untuk berlaku tegas.